Survei Polstat: Peluang Pilpres Seputaran Makin Terbuka, Prabowo-Gibran 52,8%

Paslon Pilpres 2024/foto: tangkap layar, diana

FTNews, Jakarta— Satu lagi lembaga survey yang merilis elektabilitas Prabowo-Gibran sudah melampaui 50 persen, persisnya 52,8 persen. Political Statistic (Polstat) bukan hanya menyampaikan Prabowo-Gibran makin kokoh melampaui Paslon lainnya, tapi juga menyebut, mayoritas responden setuju Pilpres satu putaran.

Survei digelar pada 4-7 Februari 2024 dengan jumlah 1.200 responden, hasilnya; Prabowo-Gibran 52,8 persen, Anies-Muhaimin 26,5 persen dan Ganjar-Mahfud 18,2 persen. Undecided voters, 2,5%.

Yang juga menarik, kata Direktur Riset Polstat Indonesia Apna Permana, terjadi peningkatan jumlah responden yang ingin Pilpres berjalan satu putaran. Kalau sebelumnya, pada Desember 2023 lalu, jumlah yang setuju Pilpres satu putaran 57,4 persen, naik menjadi 69, 6 persen.

“Mayoritas responden 69,6 persen lebih setuju jika Pilpres 2024 berlangsung satu putaran saja,” kata Apna, Kamis (8/2/2024).

Dia memaparkan hanya 19,2 persen responden yang berharap Pilpres dapat berlangsung dua putaran. Sementara sebanyak 11,2 persen responden mengaku tidak tahu alias tidak memberikan jawaban terhadap pertanyaan yang disampaikan Polstat Indonesia.

Jika elektabilitas Prabowi-Gibran terus berlanjut, apalagi ini sudah semakin mendekati Pemilu 14 Februari, maka  peluang seputaran semakin terbuka lebar. “Pilpres akan berjalan satu putaran saja,” ucapnya.

Sebagai informasi, populasi survei adalah seluruh WNI yang sudah mempunyai hak pilih atau seluruh penduduk Indonesia minimal berusia 17 tahun atau belum 17 tahun tetapi sudah menikah.

Survei dilakukan melalui teknik pencuplikan secara acak sistematis (systematic-random sampling)dengan margin of error ± 2,83%. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknis wawancara melalui telepon (telesurvei) dengan pedoman kuesioner.

Responden terdistribusi 50% laki-laki dan 50% perempuan serta 60% penduduk pedesaan dan 40% penduduk perkotaan. Survei juga dilengkapi dengan penelusuran data percakapan warganet (netizen) melalui media monitoring dari berbagai platform media sosial.***

Tutup