Survei Internal: Prabowo-Gibran hanya Perlu Tambah 6% Lagi untuk Menang Satu Putaran

Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto/foto: instagram airlangga

FTNews, Jakarta— Pemilu Presiden 2024 semakin dekat, tinggal 47 hari lagi. Elektabilitas pasangan nomor urut dua Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming bertengger dikisaran 40-46 persen. Bahkan ada juga Lembaga survey yang menyebut elektabilitas Prabowo-Gibran saat ini sudah mencapai 50 persen.

Beberapa Lembaga yang baru saja merilis hasilnya adalah CSIS (Centre for Strategic and International Studies) yang menyebut Prabowo-Gibran mendapat 43,7 persen. Lembaga Survei Jakarta menyebut Prabowo-Gibran raih 50,3 persen. Sedang Indikator Politik Indonesia menyebut Prabowo-Gibran raih 45,7 persen dan Polling Institute menyebut elektabilitas Prabowo-Gibran 46,1 persen.

Banyak Lembaga survey menyebut dengan hasil tersebut, ada potensi Pilpres berlangsung hanya satu putaran. Namun begitu, hal itu tidak semudah kelihatannya, bahkan peluang dua putaran pun tetap terbuka.

Menurut Ketua Umum (Ketum) Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto, berdasarkan hasil survey internal, Prabowo-Gibran hanya perlu 6 persen lagi untuk menang Pilpres satu putaran. “Butuh enam persen lagi untuk (menang) satu putaran,” kata Airlangga, dilansir laman resmi Partai Golkar.

Masih ada waktu untuk mendongkrak sisa target elektabilitas. Namun harus bekerja lebih keras lagi. Karenanya, kata Airlangga, diharap para relawan, simpatisan serta kader Partai Golkar meningkatkan kinerjanya. “Artinya, semua kerja lapangan,” tegasnya.

Airlangga juga menyebut bahwa kekuatan pendukung Prabowo-Gibran kian besar. Dukungan kini tak hanya datang dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) saja, namun juga barisan laskar lintas partai. “Relawan dan berbagai kelompok masyarakat juga ikut mendukung,” ucapnya.

Suara di Pulau Jawa

Di bagian lain Airlangga bicara soal meningkatkan suara di Pulau Jawa. Ini, katanya, merupakan ‘pekerjaan rumah’ bagi Tim Kampanye Nasional, daerah dan relawan pendukung Prabowo-Gibran.

“Yakni, menggenjot perolehan suara di Pulau Jawa yang mencakup Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),” jelasnya. “Ya tentu basis suara yang terbesar ada di Jawa. Jadi Jawa Tengah, Jawa Timur terus digenjot termasuk Yogyakarta,” ulangnya menegaskan.***

Tutup